Aset Fisik LPD Jadi Faktor Penting Dulang Kepercayaan Krama

  • 22 Juli 2020 00:00 WITA
Gedung Baru LPD Pohgading


Denpasar, balibanknews.com
Aset fisik berupa gedung representatif rupanya menjadi salah satu faktor penting untuk mendulang kepercayaan krama adat. Sepertihalnya aset gedung atau kantor baru yang dimiliki Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Pohgading. Semenjak berdirinya gedung baru tersebut kepercayaan krama adat terus meningkat sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan LPD.


Pemucuk LPD Desa Adat Pohgading I Nyoman Sudana Rabu (22/7/2020) mengatakan, salah satu tujuan mendirikan gedung baru bukan cuma untuk memudahkan dalam pelayangan melainkan juga untuk meraih simpati krama agar lebih aktif lagi memanfaatkan LPD sebagai lembaga keuangan non-bank yang menjadi milik desa adat.
 "Meski awalnya sempat terjadi pro-kontra namun seiring berjalannya waktu dan gedung selesai dibangun, kepercayaan krama justru meningkat signifikan, terbukti aset LPD tumbuh sesuai target meski ditengah pandemi sekalipun," ujarnya saat ditemui di salah satu ruangan di gedung baru LPD Pohgading yang diresmikan pada bulan November 2019 lalu.
Berdirinya gedung baru dinilai membawa dampak sangat positif. Berdasarkan data pertumbuhan LPD Pohgading dari tahun 2019 hingga Juni 2020, terlihat sangat memuaskan. Pada 2019 aset hingga bulan Desember tercatat sebesar Rp 137 miliar sedangkan hingga bulan Juni 2020 sudah meningkat cukup signifikan menjadi Rp 144 miliar dari target aset yang direncanakan sebesar Rp 150 miliar pada 2020. 
Sudana tak penampik jika pertumbuhan LPD di semester I tahun 2020 salah satu indikatornya adalah gedung baru tersebut. Ruang pelayanan yang jauh lebih representatif dibanding kantor sebelumnya membuat krama selaku nasabah merasa lebih nyaman dan lebih yakin terhadap kinerja LPD, sehingga secara tidak langsung nasabah semakin percaya untuk menempatkan dana mereka di LPD atau mengajukan permohonan kredit.
Sudana mengatakan, meski ditengah pandemi akibat virus Covid-19 yang memukul sektor perekonomian tak terkecuali di Bali, LPD Pohgading hanya sedikit terdampak. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar nasabah adalah pelaku UMKM hanya sedikit pelaku pariwisata. "Selama pandemi hanya sedikit terpengaruh, justru kami tumbuh sesuai target sehingga tetap bisa membantu krama melalui kegiatan sosial," ujarnya.
Sebagai lembaga milik desa adat, LPD Pohgading juga memberi perhatian kepada krama desa adat dengan memberi bantuan berupa paket sembako (beras, mie instan, telur, dan minyak goreng) kepada kurang lebih 951 kepala keluarga asli Desa Adat Pohgading. Khusus bagi debitur yang bergerak di dunia pariwisata LPD Pohgading memberikan kebijakan relaksasi kredit dan disambut baik oleh krama adat.
Sudana mengaku tetap optimis menghadapi tahun 2020 meski masih ditengah pandemi. Ia meyakini LPD yang didukung penuh oleh krama adat akan bisa berdikari dan tidak bergantung terhadap situasi global. Baginya kunci pertumbuhan LPD adalah kepercayaan krama, oleh karena itu seluruh jajaran LPD Pohgading sebisa mungkin bekerja dengan maksimal dengan mengutamakan kejujuran dan transparansi. [Mdy]

 

 


TAGS :

Komentar