108.573 Merchant di Bali Gunakan QRIS

  • 25 Juli 2020 00:00 WITA
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho.

Gianyar, BaliBanknews -
Jumlah merchant di Bali menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)  per 17 Juli 2020 mencapai 108.573 merchant. Demikian diungkapkan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, dalam sambutannya dalam kegiatan “Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru dan Digitalisasi Monkey Forest Berbasis QRIS”, Sabtu (25/7) di objek wisata Monkey Forest Ubud.

Trisno memaparkan, terjadi peningkatan penggunaan QRIS sebesar 314% dibandingkan dengan awal tahun 2020 yang hanya sebanyak 25.483 merchant. Dari angka tersebut, sebaran di Kabupaten Gianyar masih dikisaran 8,1% atau sebanyak 8.797 merchant.

"Saya  apresiasi perbankan di Bali yang telah berupaya mendukung perluasan penggunaan QRIS di seluruh Bali. Kami yakin setelah implementasi digitalisasi di Monkey Forest ini, akan semakin mendorong percepatan dan perluasan implementasi penggunaan QRIS di Bali dan khususnya di Kabupaten Gianyar," ucap Trisno.

Kegiatan ini merupakan agenda dari rangkaian kegiatan “Road To Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali” yang telah dilaksanakan sejak tanggal 9 Juli 2020 lalu.   Sampai saat ini sudah 8 Kota Kabupaten yang telah dilakukan kunjungan, yaitu Denpasar, Karangasem, Buleleng, Tabanan, Badung, Klungkung, Jembrana dan pada hari ini Gianyar. Dengan demikian tinggal 1 lagi kabupaten di Bali yang belum dikunjungi, yaitu Kabupaten Bangli.

QRIS Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya sektor pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman. Selain itu, QRIS sebagai kanal pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan era baru karena mendukung faktor clean, health dan safety yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi.

Objek wisata Monkey Forest sudah dilengkapi QRIS.

"Kita semua dapat melihat dan meninjau bahwa Monkey Forest Ubud tidak hanya sudah menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan tetapi juga telah mempersiapkan cara bertransaksi secara digital yaitu menggunakan QRIS seperti pembelian tiket masuk hingga penjualan pupuk hasil pengolahan sampah yang ada diarea Monkey Forest. Saya berharap penggunaan QRIS ini kedepan dapat semakin diperluas hingga destinasi-destinasi wisata lainnya di Ubud," harapnya. (jhon)


TAGS :

Komentar