A.A. Gde Sayang Adnyana,SH : Pariwisata Terpuruk, Pertanian Berpeluang

  • 28 Juli 2020 00:00 WITA

Denpasar, BaliBanknews -
Bankir senior A.A. Gde Sayang Adnyana,SH., memberikan pendapatnya terkait dampak pendemi COVID-19 di Bali. Sebagai daerah yang sangat tergantung pada pariwisata, menurutnya Bali mengalami dampak besar setelah pandemi COVID-19 menghantam pulau ini sejak awal Februari 2020.

"Sektor pariwisata sangat terpuruk oleh Pandemi Covid-19 berdampak luas termasuk juga sektor perbankan," ucap Direktur BPR ASHI.

Kini, menurutnya Bali berharap pada sektor pertanian. Meski sektor pertanian bukan andalan Bali, Ia berharap semoga bisa menopang perekonomian Bali jangka pendek saat merebaknya Korona.

Namun demikian, Sayang Adnyana mengatakan pertanian juga akan tetap terdampak. Misalnya, dari sisi penyerapan produk pertanian yang kurang maksimal. Apalagi selama ini salah satu penyerap hasil pertanian adalah pariwisata, baik hotel maupun restoran.

”Kita perlu memikirkan juga hal itu. Bagaimana produk pertanian yang over produksi yang tidak terserap pasar, biar tidak terbuang bisa diolah menjadi produk yang bernilai jual," ucapnya.

Ia berharap kondisi akan segera pulih. Dengan new normal ini setidaknya mampu menggerakan sektor pariwisa meski dalam skala lokal.

"Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih pasca pandemi ini tetapi ada juga yang meyakini ekonomi pariwisata optimis bangkit untuk memulihkan perekonomian," ucapnya.

Dibukanya objek wisata di beberapa daerah diharapkan diikuti bangkitnya optimisme karena roda perekonomian kembali berputar. "Tentunya terpenting menerapkan disiplin protokol kesehatan, sektor pariwisata diharapkan bisa bangkit," pungkasnya. (jhon)


TAGS :

Komentar