Majukan Koperasi, Harus Perkuat Tiga Pondasi Ini

  • 27 Juli 2020 00:00 WITA
Suasana pelayanan Koperasi Sedana Luwih


Denpasar, balibanknews.com
Memajukan lembaga koperasi hingga membuatnya kuat dan tetap bertahan meski dalam situasi sulit bukan perkara mudah. Penggiat koperasi bekerja ekstra keras untuk membuat lembaga mereka tetap dipercaya dan mampu memberikan kontribusi bagi anggota. Tiga pondasi penting yang dianggap mampu membuat koperasi tetap kokoh berdiri ada di sektor pengawasan, pendidikan, dan permodalan.
Seperti yang diungkapkan Manajer Koperasi Sedana Luwih, I Gusti Ngurah Darma Susila. Menurutnya tiga pilar tersebut sangat penting untuk membuat koperasi kuat dan mampu bertahan di segala situasi. "Banyak strategi untuk mengembangkan koperasi namun tiga pondasi yang terpenting adalah dengan memperkuat pengawasan, pendidikan bagi karyawan dan anggota, serta memupuk permodalan," ujarnya saat ditemui balibanknews.com di koperasi yang berlokasi di Jalan Raya Padang Luwih, Dalung Senin (27/7/2020).
Pertama ada di sektor pengawasan. Baginya koperasi yang diawasi dengan baik mulai dari pengawas internal, dari anggota, dan instansi terkait seperti induk koperasi dan Dinas Koperasi akan membuat lembaga koperasi tetap berada di jalurnya. Kebijakan rapat anggota tahunan (RAT) yang rutin digelar menjadi tolak ukur kinerja sebuah koperasi. Momen RAT itulah yang menjadi ajang evaluasi dan pengawasan oleh anggota. 
Kemudian pondasi penting berikutnya ada disektor pendidikan. Pendidikan seperti peningkatan kompetensi diri terutama pengurus dan karyawan koperasi sangat penting untuk meningkatkan kinerja. Pemerintah melalui Kementrian Koperasi diakui Darma Susila sangat konsen terhadap kompetensi yang dimiliki pengurus koperasi sehingga tersedia anggaran untuk pendidikan tersebut. Pengurus koperasi dan karyawan diharuskan lulus diklat dan memiliki sertifikat lulus uji kompetensi untuk bisa mengelola sebuah koperasi terlebih hal tersebut sudah tertuang dalam undang-undang koperasi. "Bagaimana lebuah lembaga koperasi bisa dikelola dengan baik jika pengurusnya saja tidak lulus uji kompetensi? tentunya kepercayaan anggota akan berkurang," ujar pria yang juga menjadi staf pengajar di dalam berbagai diklat koperasi dan UMKM yang diadakan oleh pemerintah yang digelar oleh salah satu fasilitator nasional yang ada di Bali.
Pondasi terakhir yang juga tak kalah penting baginya ada di sektor permodalan. Sebuah lembaga koperasi harus bekerja pintar dengan terus memupuk modal sendiri. Modal yang kuat akan membuat likuiditas menjadi lebih aman. Sebagai contoh, kondisi ekonomi saat ini, jika tidak memiliki kecukupan modal, dengan besarnya aktifitas penarikan yang dilakukan oleh anggota, lembaga koperasi akan mengalami kesulitan likuiditas. Oleh karena itu, baginya sangat penting memupuk modal koperasi melalui langkah-langkah cermat dam tepat sasaran. "Selain permodalan, inovasi seperti menjaga brand/nama baik, pelayanan, dan strategi marketing yang baik adalah kunci sukses menjaga keseimbangan pertumbuhan koperasi," imbuhnya.
Koperasi Sedana Luwih sendiri diakui Darma Susila sudah memperkuat ketiga pondasi tersebut. Terutama di sektor permodalan, pihaknya selalu memperkuat modal hingga memiliki modal sendiri saat ini sebesar Rp 7,1 miliar dengan jumlah aset hingga bulan Juni 2020 sebesar Rp 43,5 miliar, yang terakumulasi dari tabungan sukarela sebesar Rp 11,7 miliar, tabungan tahapan Rp 3,5 miliar, deposito sebesar Rp 19,7 miliar. Sementara kredit yang tersalurkan tercatat sebesar Rp 32,6 miliar dengan laba tahun berjalan sebesar Rp 202 juta. [Mdy]

 


TAGS :

Komentar