RAT Ke-IX KSU Fajar Emas Sejahtera, SHU Tembus 1 Miliar Lebih

Senin, 01 April 2019 | 07:59 WITA

RAT Ke-IX KSU Fajar Emas Sejahtera, SHU Tembus 1 Miliar Lebih

Momen RAT ke-IX KSU Fajar Emas Sejahtera Rabu (27/3) lalu

Gianyar, balibanknews.com

Koperasi Serba Usaha (KSU) Fajar Emas Sejahtera bisa dibilang menjadi salah satu koperasi berprestasi yang ada di Kabupaten Gianyar. Salah satu indikatornya adalah koperasi ini mampu berkembang dengan baik dari tahun ke tahun. Sebut saja dalam laporan pertanggungjawaban tahun buku 2018 yang disampaikan dalam momen RAT beberapa waktu lalu. Di tahun sulit sekalipun koperasi ini mampu meraih sisa hasil usaha (SHU) hingga tembus Rp 1 miliar lebih, dengan persentase pertumbuhan sebesar 45 persen dibanding tahun 2017.

Dalam agenda RAT yang digelar Rabu (27/3) di Desa Singapadu, Gianyar tersebut Manajer KSU Fajar Emas Sejahtera Ni Gusti Ayu Ketut Sari menyampaikan apresiasinya terhadap besarnya partisipasi anggota dalam mengembangkan koperasi tersebut. Baginya, peran aktif anggota adalah modal utama meningkatkan pendapatan koperasi, sehingga mampu memberikan kesejahteraan bagi anggotanya. ‘’Rata-rata pencapaian target kami ada di angka diatas 90 persen, semuanya tak lepas dari peran aktif anggota, untuk itu kami berharap kedepan anggota semakin aktif lagi memanfaatkan koperasi dan diharapkan semakin banyak lagi masyarakat yang ikut bergabung menjadi anggota,’’ ujarnya.

Gusti Ayu menyampaikan aset koperasi selama 2018 tercapai Rp 34 miliar naik sebesar 10,34 persen dibanding 2017 yang ada di angka Rp 30,8 miliar. Meningkatnya jumlah aset tentu saja akibat pertumbuhan dana baik dalam bentuk tabungan dan juga deposito. Jumlah tabungan tercatat sebesar Rp 9,3 miliar meningkat 18 persen dibanding tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 7,9 miliar. Demikian juga dengan deposito tercatat tumbuh sebesar Rp 20 miliar meningkat sebesar 4 persen dibanding tahun 2017 tercatat sebesar Rp 19,9 miliar.

Meningkatnya perolehan SHU tentu saja tak lepas dari kinerja penyaluran kredit koperasi. Gusti ayu menyebut kredit tersalurkan naik sebesar 4 persen dari tahun 2017 dari angka Rp 21,8 miliar naik menjadi Rp 23,4 miliar. Gusti Ayu mengaku pertumbuhan kredit di tahun 2018 cukup memuaskan mengingat lesunya kondisi ekonomi yang disebabkan banyak faktor salah satunya tahun politik. ‘’Tahun ini diharapkan koperasi mampu menggenjot pertumbuhan lebih baik lagi bukan hanya dari pos-pos keuangan namun juga pertumbuhan anggota,’’ ujarnya.

Diakui kredit di sektor UMKM masih sangat potensial untuk dibiayai. Besarnya jumlah atau kuantitas lebih diutamakan, meskipun serapan sektor UMKM cenderung kecil namun unggul dari segi jumlah sehingga jauh akan lebih menguntungkan dan lebih aman. Tahun 2019, Gusti Ayu mengaku mematok target dengan lebih realistis di angka 15 persen. Aset sebesar Rp 34 miliar pada 2018 ditarget meningkat menjadi Rp 39 miliar pada 2019. [MDY]


Senin, 01 April 2019 | 07:59 WITA


TAGS:



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: