Kembali 99 Koperasi Di Tabanan Masuk Daftar Pembubaran

Rabu, 11 September 2019 | 02:10 WITA

Kembali 99 Koperasi Di Tabanan Masuk Daftar Pembubaran

Tabanan, balibanknews.com Tahun ini Dinas Koperasi (Diskop) Kabupaten Tabanan kembali mengumumkan rencana pembubaran koperasi tidak aktif. Tak tanggung-tanggung kali ini sebanyak 99 koperasi masuk daftar rencana pembubaran. Pengumuman ini dilakukan dalam dua periode, pertama pada bulan Februari sebanyak 46 koperasi kemudian bulan September sebanyak 53 koperasi. Pembubaran tersebut dilakukan untuk menertibkan dan meningkatkan kualitas koperasi di Tabanan. ‘’Penertiban koperasi tidak aktif kami lakukan tiap tahun. Tahun lalu sebanyak 38 koperasi dan masih menunggu SK dari Kementrian Koperasi dan UKM RI, sedangkan tahun ini berlanjut sebanyak 99 koperasi. Tujuan pembubaran adalah untuk meningkatkan kualitas koperasi bukan lagi soal kuantitas,’’ ujar Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, Ni Nyoman Yudiani saat ditemui di Tabanan belum lama ini. Diakui Yudiani, sebelum masuk daftar pembubaran seluruh koperasi tersebut sudah dilakukan upaya pembinaan dan pendampingan agar bisa bangkit kembali. Namun karena upaya tidak membuahkan hasil maka opsi pembubarkan terus berlanjut. Diskop Tabanan tetap membuka kesempatan bagi koperasi tersebut untuk berbenah hingga batas waktu bulan Desember 2019. Pengumuman rencana pembubaran kata Yudiani adalah tahap awal sebelum diajukan ke Kementrian Koperasi dan UKM. Jika dalam tempo dua bulan pasca pengumuman tetap tidak ada respon dari pihak koperasi bermasalah, maka daftar tersebut akan dilanjutkan ke Kementrian. ‘’Setelah dilaporkan tahap selanjutnya adalah menunggu SK Kementrian, ketika SK turun maka seluruh koperasi tersebut sudah dinyatakan dibubarkan,’’ ujarnya. Berdasarkan data terakhir jumlah koperasi yang tercatat di Tabanan sebanyak 580 koperasi namun yang dinyatakan aktif sebanyak 410, sisanya sebanyak 170 dinyatakan tidak aktif. Jika tahun ini sebanyak 99 koperasi masuk daftar pembubaran ditambah tahun lalu sebanyak 38 koperasi, maka masih menyisakan 33 koperasi tidak aktif yang menunggu apakah akan dibubarkan atau bisa berbenah kembali. Sesungguhnya gerakan koperasi di Tabanan, diakui Yudiani sudah menunjukan perkembangan positif. Hal tersebut dapat terlihat dari animo rapat anggota tahunan (RAT) yang meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun lalu jumlah koperasi yang menggelar RAT sebesar 67 persen sedangkan tahun ini meningkat menjadi 79,4 persen. Hal tersebut menunjukan adanya perbaikan kualitas dari koperasi yang sebelumnya tidak mampu RAT kemudian mampu menunaikan kewajibannya untuk RAT. ‘’Dari 410 koperasi aktif 313 koperasi sudah lakukan RAT, sisanya kita lihat tahun depan, jika tetap belum bisa RAT maka aka ada pembinaan,’’ pungkasnya. [MDY]


Rabu, 11 September 2019 | 02:10 WITA


TAGS:



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: