BI Apresiasi Penggunaan QR Code E-Retribusi Pasar di Jembrana

Senin, 12 Agustus 2019 | 09:25 WITA

BI Apresiasi Penggunaan QR Code E-Retribusi Pasar di Jembrana

Jembrana, BaliBanknews –

Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengapresiasi  penggunaan Quick Response (QR) Code E-retribusi pasar di Kota Negara, Minggu (11/8) dalam kegiatan pembukaan Pameran Industri Kerajinan dan Festival Kuliner di Kabupaten Jembrana.

Bupati Jembrana I Putu Arta disela-sela kegiatan mengungkapkan, E-retribusi pasar sebagai wujud kerjasama pemerintah Kabupaten Jembrana dengan  Bank BPD Bali mendukung serta menyukseskan gerakan nasional non tunai.

“Kami mengapresiasi positif sistem layanan ini,” ucapnya.

Bupati Putu Arta berharap dengan dilaunchingnya sistem ini para pedagang dapat belajar secara langsung tentang transaksi non tunai serta mampu mewujudkan pengelolan pendapatan darah yang transparan sekaligus mempermudah para pedagang dalam membayar retribusi pasar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho dalam kesempatan yang sama mengungkapkan dengan dicanangkannya Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) antara BI, Kementrian dan Pelaku industri khususnya terkait tentang pengelolaan keuangan daerah diwajibkan untuk melakukan non tunai.

“Saya kira Jembrana lebih maju dibandingkan Kabupaten lainnya dengan E-retibusi pasar ini. E-retribusi pasar ini menurut saya suatu inovasi. Saya ucapkan selamat kepada pemerintah kabupaten Jembrana serta Bank BPD Bali yang sudah menginovasikan cara bayar retribusi dengan QR Code,” ucapnya.

Dengan E-retribusi pasar ini diharapkan pengeluaran dan penerimaan Pemkab Jembrana semakin efisien, transparan dan mudah diawasi, sehingga lebih jauh diharapkan berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Jembrana.

“BI, OJK dan Bank BPD Bali mendorong mana-mana yang belum elektronofikasi kita dorong apa yang bisa BI lakukan, apa yang bisa OJK lakukan dan Bank BPD Bali kami harapkan menjadi Backbone-nya elektronifikasi di Bali, sehingga BPD Bali semakin kuat. “Kami dari otoritas BI dan OJK saling sinergi untuk membantu Bank BPD bali maju dan membuat msyarakat Bali sejahtera.

Ini yang ketiga,  sudah maping dari 9 Kabupaten/Kota dan provinsi kita sudah maping Denpasar dan Badung. “Kita akan cek apakah pendapatnnya meningkat atau tidak dari retribusi. Kami sudah maping penerimaan dan pengeluaran,pengeluaran sudah semua, penerimaan yang agak banyak ada PBB, hotel restoran dan lainnya di berbagai daerah. Kalau ini bisa dielektronifikasikan akan meningkatkan APBD daerah semakin kuat di Jembrana,” pungkasnya.   (jhon)


Senin, 12 Agustus 2019 | 09:25 WITA


TAGS:



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: